Kamis, 20 Februari 2014

Raja Kasih dan Kue Lapis Warna-warni

Pada zaman dahulu ada sebuah kerajaan bernama Kerajaan Maritim. Kerajaan Maritim dipimpin oleh Raja Kasih yang sangat bijaksana. Kehidupan di Negara Maritim sangatlah makmur, karena Raja dan permaisuri sangat memperhatikan dan mengutamakan kepentingan rakyatnya.

Karena kerajaan itu dikelilingi laut yang sangat luas, maka mata pencaharian penduduk mayoritas adalah pelaut.

Raja Kasih yang baik selalu memberikan fasilitas kepada rakyatnya untuk berusaha memperbaiki nasib, misalnya perahu, jala, dan kebutuhan-kebutuhan lainnya.
Suatu hari, ketika Raja dan permaisuri sedang duduk santai, datanglah pelayan istana menanyakan kue apa yang ingin disantap oleh raja dan permaisuri.

Bersamaan itu pula datanglah Kepala Dusun Desa Nelayan mengabarkan bahwa banyak perahu dan kapal penangkap ikan bocor karena terkena angin topan.
"Apa yang harus kita lakukan, Baginda?"
Maka raja pun menjawab dengan spontan, "Cepat pergi lapis sekarang juga"

Lalu raja pun bersiap-siap pergi ke dusun nelayan. Ketika hendak menaiki kuda, pelayan istana datang tergopoh-gopoh membawa nampan berisi kue lapis warna-warni.
"Apa ini?", tanya Raja Kasih terkejut. 
"Maafkan hamba, bukankah tadi Baginda meminta saya buatkan kue lapis secepat mungkin". Meski enggan, akhirnya raja menerimanya juga.

Di dalam kereta, permaisuri tersenyum geli, ia tahu raja sangat tidak suka makan kue lapis, tapi ia merasa bahagia. Karena raja lebih mengutamakan kepentingan rakyat daripada kepentingan pribadinya.
Di dusun nelayan, raja dan permaisuri bekerjasama dengan rakyat melapisi semua kapal dan perahu yang bocor. Mereka berbaur dengan rakyat dan menikmati bersama kue lapis yang dibawa raja.

Dan untuk pertama kalinya Raja Kasih merasakan nikmatnya kue lapis buatan pelayan istana.
Sejak saat itu setiap ada pesta, kue lapis menjadi menu wajib, begitu pula bila ada tamu dari negara sahabat, Raja selalu memberikan oleh-oleh kue lapis.
Karena itu Kerajaan Maritim tidak hanya dikenal karena rajanya yang bijaksana di mancanegara tapi juga kue lapis warna-warni.


Semoga ini menjadi renungan untuk kita semua

BEPERGIAN KE TEMPAT ASING

Bepergian ke tempat asing, terutama hutan atau gunung, mengharuskan traveler untuk membawa kompas. Sayangnya, keberadaan benda yang satu ini sering terlupakan, bingung menentukan arah jika tersesat pun bisa membayangi Anda. Untuk menentukan arah mata angin, kompas memang sangat diperlukan. Tapi bagaimana kalau Anda lupa membawanya saat berada di tengah hutan?

Agar dapat kembali ke tujuan semula, ikuti 7 tips cara menentukan arah tanpa menggunakan kompas. Inilah cara mudah menentukan arah tanpa menggunakan kompas:

1. Jarum/Silet di permukaan air


Ada cara yang paling umum digunakan seseorang untuk menentukan arah, yaitu membuat kompas sederhana. Caranya mudah, hanya bermodalkan jarum atau silet yang digosok ke permukaan kering, dan ditusukkan ke gabus. Gabungan silet dan gabus kemudian diletakkan di atas permukaan air, sehingga terlihat mengapung. Ujung silet atau jarum pada kompas sederhana ini selalu menunjuk ke arah utara atau selatan.


2. Melihat kuburan Islam dan Kristen

Jika berada di suatu pedesaan yang asing dan tersesat di sana. Anda bisa menentukan arah dengan melihat kuburan. Kuburan Islam dan Kristen selalu menunjukkan arah utara-selatan. Bagian nisan atau kepala yang selalu menghadap ke barat. Jadikanlah ini sebagai patokan dasar. Eits, tapi ingat, ini hanya berlaku di wilayah Indonesia saja.

3. Masjid/Musholla 

Jika tidak menemukan kuburan, Anda bisa mencari tempat ibadah, seperti masjid. Anda bisa memanfaatkan arah kiblat atau arah sholat umat muslim. Di Indonesia, masjid selalu menghadap ke arah barat, karena ka'bah yang dijadikan kiblat umat muslim berada di barat Indonesia. Manfaatkan ini sebagai patokan dasar menentukan arah selanjutnya.

4. Melihat jam dan posisi matahari

Saat tersesat di suatu tempat tertutup seperti hutan, ada kalanya Anda sulit menentukan arah tanpa adanya kompas. Tapi jangan terburu panik, cobalah tenang dan lihat jam saat itu, kemudian lihat ke arah matahari. Penulisan 12 jam yang membulat mengikuti arah pergerakan matahari yang terbit dari timur dan tenggelam di barat. Jadi, setelah melihat jam, segera menghadap ke matahari. Jadikan posisi matahari yang terbit di barat sebagai patokan dasar. Anda pun bisa menentukan arah selanjutnya dengan menggunakan jam tangan.

5. Bayangan benda 

Jika tersesat pada siang hari, lihatlah ke arah bayangan benda. Sama seperti menentukan arah dengan jam, letakkan benda tegak di permukaan tanah. Pada siang menuju sore, bayangan benda umumnya condong ke barat. Sebaliknya, jika tersesat pagi menjelang siang, bayangan benda umumnya condong ke arah timur.

6. Memanfaatkan pohon 

Nah, untuk Anda yang tersesat di kawasan penuh pepohonan, cobalah cari pohon yang berbatang besar. Perhatikan setiap sisi batang pohon ini. Sisi pohon berbatang besar yang terkena sinar matahari dan tidak berlumut menunjukkan arah barat/timur. Jika tersesat pada malam hari, coba raba sisi pohon berbatang besar ini, dan rasakan suhunya. Cari sisi pohon yang terasa paling hangat. Sisi ini menunjukkan arah barat.

7. Kelompok bintang Orion menunjukkan arah barat

Hal yang paling menakutkan adalah tersesat di daerah asing pada malam hari. Saat itu penerangan sangat minim, ditambah tidak adanya kompas, bisa membuat siapa saja panik. Tapi coba manfaatkan keindahan alam lewat taburan bintang di langit. Carilah rasi bintang orion. Rasi bintang ini merupakan perpaduan 3 bintang terang. Jika dipadukan, ketiganya membentuk mirip ekor kalajengking dan selalu menunjuk ke arah barat.

Sabtu, 15 Februari 2014

Pareidolia

Sepenggal Kisah Gunung Kelud, Wajah Raksasa Muncul Saat Kelud Erupsi

Foto: copyright merdeka.comVemale.com - Mulai kemarin malam, baik media masa dan media elektronik tak jauh-jauh dari berita tentang meletusnya Gunung Kelud. Dilansir dari merdeka.com (14/2), Gunung Kelud telah melakukan aktivitas-aktivitas kecil sebelum memulai erupsi semalam. Gunung yang terletak di perbatasan Kabupatern Kediri, Kabupaten Blitar, dan Kabupaten Malang ini seolah 'mempersilahkan' Gunung Sinabung meletus lebih dahulu.
Berbagai fenomena alam terjadi. Mulai dari sambaran-sambaran petir mencekam yang menghiasi langit malam, hujan kerikil sebesar kelereng hingga pasir dan abu pun terjadi deras. Sebelum erupsi terjadi, gumpalan awan hitam memang sudah terlihat menggantung di angkasa. Tentu saja, tak sedikit orang yang mengabadikan momen mencekam ini dari kamera ponsel mereka.
Berbagai foto muncul di jejaring sosial, namun ada satu foto yang cukup menarik perhatian. Di Facebook, sebuah foto wajah yang mirip manusia raksasa terbentuk dari gumpalan abu vulkanik Gunung Kelud.

Banyak yang percaya akan foto itu, namun tak sedikit pula yang mengatakan foto ini hanya editan semata. Hal seperti ini terjadi bukan untuk pertama kali. Beberapa tahun lalu saat Merapi meletus, juga muncul sebuah foto dengan pemandangan wajah salah satu Punakawan yang tertangkap jelas di sebuah kamera. Saat musibah dunia, gedung WTC yang dihantam pesawat terbang beberapa waktu lalu pun juga sempat merebakkan isu foto wajah di antara ledakan hebat.
Kalau foto itu memang benar adanya tanpa editan, hal ini merupakan suatu hal yang teramat wajar. Fenomena yang melibatkan stimulus samar dan acak membentuk sebuah gambar jelas ini disebut Pareidolia dikutip dari Wikipedia. Dalam hal ini, stimulus samar dan acak ini adalah gumpalan abu vulkanik.
Jadi Ladies, ada kemungkinan besar kalau memang foto itu tidak diedit. Memang yang terjadi dalam foto adalah fenomena Pareidolia yang akan saya post-kan setelah post ini.

Sumber: http://www.vemale.com/ragam/48793-sepenggal-kisah-gunung-kelud-wajah-raksasa-muncul-saat-kelud-erupsi.html

Obor Award

Siapkan Cerpen Anda untuk GOES INTERNATIONAL di FRANKFURT BOOK FAIR 2015, pada saat Indonesia tampil sebagai GUEST OF HONOR event akbar tersebut.

Obor Award akan segera hadir mengajak Anda menulis cerpen literer seperti tahun lalu. Karya-karya yang terbaik akan diterbitkan dan dipamerkan di Frankfurt Book Fair 2015. Nah, siapkan sejak sekarang. Ini kesempatan emas bagi kaum muda dalam berkarya nyata untuk prestasi dan harumkan nama bangsa melalui sastra ke lingkup internasional.

Peserta usia 16 - 50 tahun.

Pengumuman resmi akan diumumkan pertengahan Februari 2014.

Silakan pengumuman ini dishare ke teman-teman di mana pun berada.

Salam Sastra,
Naning Pranoto - Penanggung
Siapkan Cerpen Anda untuk GOES INTERNATIONAL di FRANKFURT BOOK FAIR 2015, pada saat Indonesia tampil sebagai GUEST OF HONOR event akbar tersebut.

 Obor Award akan segera hadir mengajak Anda menulis cerpen literer seperti tahun lalu. Karya-karya yang terbaik akan diterbitkan dan dipamerkan di Frankfurt Book Fair 2015. Nah, siapkan sejak sekarang. Ini kesempatan emas bagi kaum muda dalam berkarya nyata untuk prestasi dan harumkan nama bangsa melalui sastra ke lingkup internasional. 

 Peserta usia 16 - 50 tahun.

 Pengumuman resmi akan diumumkan pertengahan Februari 2014.

 Silakan pengumuman ini dishare ke teman-teman di mana pun berada.

 Salam Sastra,
 Naning Pranoto - Penanggung
Sumber: Bu Naning Pranoto

Karena Kebanyakan Makan, Perut Seorang Wanita China Meledak

Satu lagi cerita nyata yang mengerikan tentang makanan di China. Setelah terkenal dengan berbagai kuliner ekstrim yang ada di sana, baru-baru ini seorang wanita 58 tahun di sana dilaporkan meledak perutnya.
Dilansir dari Rocketnews24.com, wanita ini mengalami luka dan sakit di bagian perutnya setelah ia melalui beberapa kali sesi makan. Diduga ia kebanyakan makan sehingga perutnya sobek. Dengan kondisi ini, wanita tersebut harus segera dilarikan ke rumah sakit.
Dokter kabarnya mengadakan operasi khusus untuk mengganti elemen perut yang rusak. namun hal yang paling mengejutkan masih berlanjut. Setelah perut wanita ini dioperasi, bagian perut itu ternyata mengeluarkan gas yang menyebar ke ruang operasi dan kabarnya menyulut api hingga di depan dokter tersebut.
Sepertinya wanita ini mengalami kecanduan alkohol dan mengendapkan etanol dalam tubuhnya. Sehingga perut wanita ini mudah menimbulkan gas dan terbakar. Kabarnya, kejadian perut meledak sering terjadi setidaknya satu kali dalam setahun di Jiangsu.
Well, belum ada informasi yang lebih jauh tentang kondisi wanita ini. Namun setidaknya ini bisa memperingatkan kita untuk makan secukupnya saja dan makanlah makanan yang menyehatkan.

Jumat, 14 Februari 2014

Temuan Terbaru, Makhluk Hidup di Planet Merah

Temuan Terbaru, Makhluk Hidup di Planet Merah

Ilmuwan telah mempelajari bagaimana mikroba bisa bertahan dalam kondisi suhu rendah. Ilmuwan juga mempelajari bagaimana mikroba merespon stres dan kondisi kerusakan.

Penelitian baru yang didanai NASA memungkinkan ilmuwan untuk mempelajari mikroba dalam es. Peneliti di Department of Biological Sciences LSU mencari tahu bagaimana mikroorganisme bisa bertahan hidup di permafrost atau lapisan es abadi.

Bahkan, dengan penelitian ini bisa mengarah pada kemungkinan mikroba yang bersembunyi dalam es di Mars. Brent Christner, profesor ilmu biologi dan timnya baru-baru ini mengungkap tentang perbaikan DNA pada mikroba yang terjebak dalam es.

Penelitian ini dipublikasikan dalam jurnal Applied and Environmental Microbiology. Peneliti berfokus pada analisis DNA, molekul keturunan yang mengkode instruksi genetik yang digunakan dalam pengembangan dan fungsi dari semua organisme.

"Mikroba terdiri dari makromolekul yang jika beku, terkena pembusukan. Kita tahu dari berbagai reaksi spontan yang mengakibatkan kerusakan DNA," tutur peneliti.

Jenis terburuk kerusakan dikenal sebagai 'double-stranded break', di mana DNA mikroba dibelah menjadi dua bagian terpisah. Untuk membuat kromosom berfungsi, maka dua bagian terpisah itu harus dimasukkan kembali secara bersama-sama.

Christner mengatakan, kerusakan semacam ini dapat dihindari jika sel-sel tetap beku dalam lapisan es selama ribuan tahun. "Bayangkan bila mikroba dalam es untuk waktu yang lama dan DNA ini secara progresif terpotong-potong. Nantinya akan sampai pada titik saat DNA mikroba menjadi begitu rusak dan tidak lagi menjadi molekul penyimpan informasi yang layak. Apa yang tersisa adalah mayat," jelas peneliti.

Oleh karena itu, mikroba yang berada di dalam es di waktu yang lama dianggap mengerikan dan bisa menghilangkan informasi yang berharga bagi peneliti.  Namun, para peneliti mengklaim mampu menghidupkan kembali mikroba yang terkubur dalam es.

Mikroba yang terkubur dalam es ini hingga berusia ratusan ribu hingga jutaan tahun. Pada percobaan yang dilakukan Christner, dirinya mengungkap bisa menghidupkan kembali beberapa jenis bakteri yang ada di bagian bawah es Guliya di dataran tinggi Qinghan-Tibet, China Barat. Es tersebut berusia 750 ribu tahun.

Penelitian ini diharapkan bisa mengungkap apakah di Mars benar-benar memiliki potensi munculnya kehidupan melalui temuan mikroba.

Sumber: Tgdaily

Hyperion

Pohon tertinggi di dunia adalah coast redwood (Sequoia sempervirens), dijuluki Hyperion, nama seseorang dalam mitologi Yunani. Pohon ini tingginya kurang lebih 115,72 m! Pohon besar ini ditemukan pada bulan Agustus 2006 di bagian terpencil di Redwood National Park, California oleh naturalis Chris Atkins dan Michael Taylor. Pengukuran pertama mereka dilakukan dengan peralatan laser secara profesional berdasarkan ilmu ukur sudut.
Coast Redwood, merupakan salah satu dari tiga jenis pohon Sequoia, bersama-sama dengan giant sequoia (Sequoiadendron giganteum) dan dawn redwood (Metasequoia glyptostroboides). Coast redwood tumbuh di daerah, pantai sepanjang Samudra Pasifik di barat dan barat laut Amerika Serikat (kebanyakan California). Ini adalah pohon tertinggi di dunia. Pada bulan September 2006 pohon itu diukur kembali oleh Steve Sillett. Kali ini dilakukan dengan cara yang paling akurat: ia naik ke atas pohon untuk menjatuhkan/menjulurkan pita panjang dari puncak langsung ke tanah. Pengukuran ini difilmkan untuk National Geographic
Pada bulan Juni dan Juli 2006 beberapa pohon tinggi lainnya ditemukan: "Helios" (nama dewa matahari Yunani), (114,09 m), "Icarus" (113.14 m), dan "Daedalus "(110.76 m).
Penemuan-penemuan pohon tinggi tahun 2006 ini memang luar biasa: pohon-pohon tampak tumbuh di lereng dan bukan di tengah-tengah lembah di mana air paling banyak, dan di mana semua pesaing sebelumnya untuk "pohon hidup tertinggi di dunia", tumbuh. Ini berarti bahwa bukan tidak mungkin bahwa ada pohon yang lebih tinggi, karena lokasi mereka, jarang dikunjungi orang.
Pada tahun 2007 Chris Atkins dan Michael Taylor sudah memindai sebagian besar lokasi-lokasi baru yang tak terduga. Mereka pikir sudah kecil kemungkinan ada pohon yang lebih tinggi dari Hyperion akan ditemukan, tapi kita tidak pernah benar-benar tahu.

Hyperion ini adalah pohon yang cukup beruntung: hanya beberapa ratus meter dari pohon ini adalah daerah terakhir dari lokasi penebangan hutan di tahun 70-an. Sekitar dua minggu sebelum Hyperion juga akan diserang oleh gergaji rantai, lembah ini dimasukkan ke daerah yang dilindungi, Redwood National Park selama pemerintahan Carter. Perusahaan penebangan yang tahu daerah ini akan dilindungi, bekerja 24 jam sehari tiap minggu di lembah-lembah yang luas dan terus melakukan penebangan hutan redwood yang telah ada di sana jauh sebelum manusia memasuki lembah-lembah tersebut. Pada tahun 70-an, hanya 15% dari hutan redwood yang tersisa, saat ini hanya 4% yang masih ada. Menurut standar redwood, Hyperion masih cukup muda dan masih terus berkembang dan tumbuh. Sillett berpikir pohon ini mungkin "baru" 600 tahun usianya, yaitu sekitar 20 tahun jika dia manusia.
3 Pohon Tertinggi di Dunia